Tuesday, January 17, 2017

Thursday, January 12, 2017

Masing-masing




lagu/lirik: M. Nasir

Kedengaran guruh di langit berdentum
Tapi hujan masih juga tak ingin turun
Anak-anak masih berjudi dengan hidup
di hutan-hutan batu

Masing-masing berjuang untuk hidup

Mimpiku semalam sungguh aneh sekali
Ada seorang kaya menghitung hasilnya
Sedangkan jiran disebelahnya
Tubuh menggeletar kelaparan

Masing-masing dengan diri sendiri

Inilah penghidupan manusia
Masing-masing berusaha mencari bahagia
Kuasa harta dan kemasyuran
Menjadi punca utama
Banyak perkelahian

Masing-masing
Masing-masing dengan hidup sendiri

Sengketa di dunia tak mudah dilenyapkan
Berita yang baru kudengar menggerunkan
Antara benar dan salah
Antara kuat dan lemah tiada beza

Masing-masing mengejar cita

Tiap detik penduduk di dunia bertambah
Masing-masing dengan impian untuk jaya
Masalah dulu belum selesai
kini datang pula yang baru

Masing-masing dengan masalah

Jikalau kita bersikap jujur
kadangkala tertipu oleh teman sendiri
Jikalau kita berdiam diri
Nanti kita ditinggalkan jauh ke belakang

Masing-masing
Masing-masing dengan hidup sendiri


Tuesday, November 22, 2016

Rintihan Rasa




Tidak dapat kuceritakan semuanya
Bagaimana pahit hidupku
Hanya dikaulah yang tahu
Kerna kau juga merasa

Duhai janganlah hendaknya kau sesalinya
Kau juga telah mengatakan
Bersabar menempuhi hidup
Tuhan ada di sisimu

Dunia pancaroba
Suka bertemasya
Oh oh oh bagai seorang insan
Kita melakunkan

Hanya lagu ini
Menghiburkan hati
Kutetapkan iman
Menempuh dugaan

Bercahaya sungguh pintu hatiku ini
Untuk hidup seribu tahun lagi

Kami bukanlah pujangga
Hanyalah insan biasa

Dunia pancaroba
Suka bertemasya
Oh oh oh bagai seorang insan
Kita melakunkan

Hanya lagu ini
Menghiburkan hati
Kutetapkan iman
Menempuh dugaan

Friday, November 4, 2016

kenaikan



gambar tahun lepas. gambar ini aku ambil semasa beli nasi lemak untuk sarap di kawasan rumah aku. kawasan fucked up dengan jalan kotor, berlubang, berabuk, banyak lori/trailer lalu lalang. kawasan yg perumahan dan kilang2 campur sekali. ada rumah orang kaya ada juga sedarhana, miskin, rumah pangsa buruk untuk bekas setinggan. ramai macha, mata sepet, melayu, indon, bangla, nepal, semua kaum ada. kalau solat jumaat masjid penuh dgn mereka je banding orang asal. ramai orang pentingkan diri sendiri, hagas, congah, tapi ada juga yg baik hatinya. bartabahlah!